VISUALISASI
Paling tidak Anda pernah sekali melamun dalam hidup Anda. Dalam keadaan melamunkan sesuatu, anda masuk ke keadaan yang menggunakan seluruh 6 indra Anda (mata anda melihat rupa dan warna sesuatu dalam lamunan, hidung anda menghidu bau sesuatu dalam lamunan, telinga anda mendengar bunyi tertentu dalam lamunan, lidah anda mengecap rasa tertentu dalam lamunan, tangan dan kaki anda merasakan tekstur tertentu dalam lamunan dan Tubuh Anda merasakan hal tertentu dalam lamunan dan pikiran anda sedang asyik dengan pikiran tertentu dalam lamunan) . Visualisasi meskipun mengandung kata VISUAL yang artinya penglihatan mempunyai makna yang lebih luas mencakup keenam indra (lihat, dengar, cium, raba-rasa, kecap, pikiran).
Bang Doel seorang peserta kajian Hypnotherapy saat istirahat pernah berkata pada saya ”Suatu kali karena dituntut dateline saya harus mengerjakan tugas hingga pukul 21.00. Saya baru keluar kantor pukul 21.15. Saat itu saya membayangkan saat saya tiba di rumah, istri bertanya dengan nada ketus dan penuh curiga, lalu marah-marah. Setibanya di rumah saya mendapatkan persis apa yang saya bayangkan”. Apa yang dilakukan oleh Bang Doel ini adalah visualisasi. Apa yang dibayangkannya dalam pikiran menjadi kenyataan.
Visualisasi dapat anda lakukan dengan MELAMUNKAN apa OUTCOME anda, dan anda menghayatinya SAAT INI dan SEKARANG telah tercapai.. Misalnya anda akan berangkat ke kantor menggunakan kendaraan umum. Anda dapat melamunkan skenario berikut ”Anda melihat anda berpakaian rapi, Anda merasakan udara yang segar terdengar suara anak anda berkata ” Hati-hati ya Pa/Mah, Sukses Ya”, dan anda berjalan keluar rumah dengan ayunan kaki penuh energi. Di tepi jalan raya anda melihat kendaraan umum yang anda akan tumpangi menuju ke arah Anda. Anda menyetop, dan mobil perlahan berhenti di depan anda. Anda kemudian merasakan kaki anda naik ke mobil, dan di dalam mobil Anda masih menemukan satu tempat duduk kosong yang bersih, dan di sampingnya hadir orang yang menyenagkan. Anda mendengarnya menyapa ”Silakan duduk pak/bu?” Anda kemudian duduk di kursi tersebut, berbincang-bincang dengan rekan sebalah Anda, kemudian tak terasa sampai di tempat tujuan. Anda kemudian berdiri, turun dari mobil lalu berjalan menuju kantor Anda. Anda tersenyum kepada setiap orang dan anda rasakan sampai di kursi/meja anda dalam keadaan segar dan penuh energi”. Ada ahli yang mengatakan Visualisasi sebagai Teater Pikiran.
Latih berulang-ulang VISUALISASI ini hingga otomatis dan otak mendapatkan gambaran dengan skenario paling sempurna. Ketika skenario ini tercatat di otak, dan otak mengirimkan perintah ke seluruh anggota tubuh yang tercitrakan dalam visualisasi ini, maka siaplah untuk bersyukur, karena apa yang anda Visualisasikan terjadi dalam kenyataan. Latihlah VISUALISASI ini dimulai dengan hal-hal sederhana. Misalnya, saat ada di kantor visualisasikanlah anda santai, pekerjaan anda selesai dengan benar, Anda menikmati pekerjaan anda. Setelah antara Visualisasi dan kenyataan semakin akurat, Latihlah dengan perilaku yang melibatkan orang lain dan lebih rumit.
Tuesday, December 04, 2007
Posted by
muza-Q
at
6:57 AM


